“SLEEP WRINKLES“ : PENGERTIAN DAN PENCEGAHAN 

2 November 2023by Artikel Dokter0
Di Tinjau Oleh :

02 November 2023 | Dr. Linda Afiaty

 

“SLEEP WRINKLES“ : PENGERTIAN DAN PENCEGAHAN 

 

Tidur secara teratur selama 7 hingga 8 jam perhari memang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kualitas tidur yang baik dapat mencegah dan menangani berbagai kondisi kesehatan, baik fisik maupun emosional. Meskipun cukup tidur bisa menjadi cara terbaik untuk memperbaiki gaya hidup, sayangnya tidur juga bisa menjadi penyebab beberapa masalah kerutan di wajah. Karena tidur menyita banyak waktu sepanjang hidup sehingga penting untuk memastikan tujuan perawatan kulit yang tetap terjaga. Rasanya tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal penting dan memakan waktu seperti tidur, namun ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah keriput saat tidur.

 

 

 

 

Memperlambat proses penuaan selalu menjadi topik populer di kalangan pasien. Banyak yang ingin tahu bagaimana mereka dapat meminimalkan garis-garis mengganggu ini dan mencegah terbentuknya garis-garis di kemudian hari. Klinik kami memberikan wawasan tentang apa yang dikenal sebagai “sleep wrinkles“ (kerutan tidur) menjelaskan perbedaannya dengan kerutan ekspresi dan langkah-langkah yang harus diambil untuk meminimalisirnya.

  • SLEEP WRINKLES (kerutan tidur)

Sleep Wrinkles (kerutan tidur) adalah garis-garis yang terbentuk saat wajah ditekan ke bantal sepanjang malam dan setiap hari serta terjadi di lokasi yang dapat diprediksi berdasarkan titik tetap yang menahan kulit ke tulang. Karena kekuatan dari kontak dengan bantal yang menyebabkan kulit meregang, mendorong dan menarik bersifat mekanis.

Pada posisi tidur menyamping atau tengkurap, jaringan wajah terkena gaya mekanis geser, kompresi, dan tarik. Kulit meregang dan tertarik ke segala arah seiring dengan perubahan posisi tidur. Kekuatan-kekuatan ini menjadi signifikan ketika kita mempertimbangkan jumlah waktu yang dihabiskan dalam tidur dan posisi tidur.

Selama tidur, tulang belakang melemah, cakram intervertebralis mengalami rehidrasi, cakram mendapatkan kembali elastisitasnya, dan otot-otot antar tulang belakang menjadi rileks.Meskipun posisi tidur awal kita adalah keputusan sadar, kita mengubah posisi sepanjang malam karena tubuh kita secara tidak sadar berusaha meminimalkan iskemia dan ketidaknyamanan. 

Seiring bertambahnya usia, jumlah pergantian posisi menurun dari 27 menjadi 16 per malam, dengan rata-rata 20 pergantian posisi per malam. Akibatnya, waktu yang dihabiskan dalam setiap posisi meningkat seiring bertambahnya usia. Posisi tidur menyamping paling umum terjadi pada semua penelitian dengan rata-rata 65% menyamping, 30% terlentang, dan 5% tengkurap.47,48,50 Jarang sekali seseorang menghabiskan 100% waktu tidurnya dalam satu posisi tidur.

Kerutan saat tidur tidak disebabkan oleh gerakan otot. Kerutan berkembang dari tekanan atau tekanan berulang yang disebabkan oleh posisi kepala saat tidur. Misalnya, tidur miring atau tengkurap memberikan ketegangan pada area kulit tertentu dan menyebabkan garis dan kerutan. Kerutan saat tidur biasanya tidak sering terjadi pada orang yang tidurnya telentang, karena posisi ini memberikan sedikit tekanan atau ketegangan pada kulit wajah.

Kerutan saat tidur berbeda dengan kerutan ekspresi dalam mekanisme asal (kekuatan eksternal vs kontraksi otot internal), lokasi (kerutan kemungkinan terjadi pada batas ligamen penahan vs tempat kontraksi otot), dan arah (kebanyakan tegak lurus satu sama lain). Kami berpendapat bahwa hal ini merupakan alasan yang cukup untuk mempertimbangkan kembali klasifikasi kerutan dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa penekanan wajah saat tidur tidak hanya menyebabkan kerutan saat tidur, namun juga dapat menyebabkan penuaan wajah secara keseluruhan.

 

  • Bagaimana Kerutan Terjadi 

Kerutan hanyalah salah satu komponen dari serangkaian perubahan kompleks yang terjadi seiring bertambahnya usia. Faktor intrinsik dan ekstrinsik menentukan perubahan biokimia dan penuaan sel dan hal ini, pada gilirannya, menentukan sifat biomekanik dan kemampuan kulit untuk merespons kekuatan internal dan eksternal.

Kerutan pada ekspresi wajah dimulai dengan banyak lipatan kecil dan dangkal yang tegak lurus terhadap sumbu kontraksi otot dan sejajar dengan sumbu kompresi kulit. Saat kulit kehilangan elastisitas dan menjadi kaku, kerutan tersebut berkembang menjadi lebih sedikit dan lebih dalam yang menjadi permanen seiring bertambahnya usia. Kami memperkirakan proses yang sama akan terjadi terlepas dari sumber kekuatannya. Tingkat timbulnya kerutan dan tingkat keparahan juga bervariasi tergantung genetika, paparan sinar matahari, merokok, dan status hormonal.

Kerutan bisa menjadi permanen seiring berjalannya waktu dan berulang. Pada wajah muda, kerutan bersifat sementara dan kerutan saat tidur menghilang saat bangun tidur. Tingkat dan tingkat keparahan kerutan bervariasi seiring bertambahnya usia kulit sebagai respons terhadap pengaruh intrinsik dan ekstrinsik yang dikombinasikan dengan pengulangan pola kekuatan.

 

  • Posisi Tidur Yang Menyebabkan Kerutan 

Posisi tidur pada kebanyakan orang adalah tidur miring, posisi meringkuk (seperti bayi) atau di antara keduanya. Tidur miring adalah salah satu posisi tidur yang paling direkomendasikan, tetapi posisi ini dapat menimbulkan beberapa dampak negatif seperti terbentuknya kerutan. Saat tidur menyamping (miring), kulit akan tertekan hingga posisi terlipat atau terjepit di sepanjang malam. Seiring waktu, hal ini dapat membentuk kerutan yang signifikan di area seperti lipatan nasolabial, mata, dan bibir. Garis tidur terjadi karena kerutan kulit yang teratur dan dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan kolagen, sama halnya dengan gerakan tertentu yang dapat menyebabkan kerutan. Tanpa kolagen yang cukup untuk menopang kulit dan memberikan volume maka garis-garis halus dan kerutan permanen akan mulai terbentuk.

 

  • Posisi Tidur Mempengaruhi Kulit Wajah 

Cara tidur dapat menyebabkan garis-garis dan kerutan dan posisi tidur yang paling umum seperti tidur miring merupakan salah satu penyebab terburuk. Tidur miring atau tengkurap membuat wajah  terkena tekanan dan gaya gesekan. Seiring waktu, garis-garis tersebut yang dibuat berulang kali (setiap hari) akan membuat lipatan terlihat semakin jelas di kulit. Itu sebabnya posisi tidur terbaik adalah telentang. Secara teoritis, gravitasi menarik wajah ke arah yang benar, semuanya terdistribusi secara merata dan tidak ada vektor yang menariknya ke arah yang berbeda, kanan atau kiri. 

 

Cara Mencegah Keriput Saat Tidur 
  1. Kunci untuk mencegah kerutan saat tidur adalah tidur telentang, yang juga memiliki manfaat kecantikan lainnya, seperti kulit lebih bersih, kencang, dan kesejajaran punggung yang lebih baik. Namun perlu diperhatikan bahwa beberapa orang dengan masalah medis tertentu seperti sleep apnea, refluks lambung, masalah leher dan punggung serta wanita hamil sebaiknya tidak tidur telentang.
  2. Dengan tidur pada posisi terlentang, ada bantal yang dapat membantu kita tetap dalam posisi terlentang sepanjang malam. Bantal “anti penuaan“ dirancang untuk menopang kepala  di kedua sisi dan membuat kita tetap dalam posisi terlentang saat tidur. Hal ini dapat mencegah kita menggosok dan menekan wajah ke bantal saat tidur. Posisi tidur ini juga dapat mencegah produk perawatan kulit  meresap ke dalam bantal dan tetap menempel di wajah.
  3. Penggunaan “sarung bantal sutra“ untuk melindungi rambut yang juga bermanfaat untuk kulit wajah. Karena bahannya halus, kemungkinan terjadinya gesekan antara kulit dan sarung bantal menjadi lebih kecil. Sehingga saat gesekan lebih sedikit maka gaya hambat juga berkurang alhasil kulit  tidak tertarik ke satu arah dan tidak tertarik ke arah lain dan menetap secara merata.
  4. Perawatan kulit di siang hari dapat membantu untuk mencegah kerutan di malam hari. Mengaplikasikan produk perawatan kulit di malam hari yang mengandung bahan anti penuaan dapat membantu mencegah pembentukan garis halus dan kerutan. Misalnya, produk retinol mendorong pembentukan kolagen dan dapat meminimalkan tanda – tanda  penuaan kulit.Selain itu, pemakaian tabir surya setiap hari dapat membantu mengurangi kerusakan elastin di siang hari. 

 

Pilihan pengobatan untuk kerutan tidur dan perbaikan distorsi lebih terbatas dibandingkan dengan kerutan ekspresi. Prosedur Facelift  dan prosedur pengencangan lainnya akan mengurangi jumlah kulit yang tersedia untuk ditekuk dan mungkin mengubah perlekatan kulit. Dermal Filler untuk sementara waktu dapat memperbaiki dan mengatasi segala jenis kerutan. 

Penggunaan neurotoksin (Botox) dapat meningkatkan atau mencegah kerutan dengan menghilangkan tekanan mekanis. Namun, Botox seharusnya tidak berpengaruh pada kerutan tidur karena tidak disebabkan oleh kontraksi otot. Satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk meminimalkan kerutan saat tidur adalah dengan menghindari penekanan pada wajah.

Meskipun merekomendasikan tidur terlentang, sangat sulit untuk mengubah pola tidur secara sadar. Posisi tidur awal kita adalah sebuah pilihan, namun secara tidak sadar kita mengubah posisi sepanjang malam. Posisi terlentang mungkin ideal untuk estetika wajah, namun dapat memperburuk kondisi seperti sleep apnea, gastroesophageal reflux, dan mendengkur parah. 

 

  • Kerutan Tidur vs. Kerutan Ekspresi

Kebanyakan kerutan, yang dikenal sebagai kerutan ekspresi, disebabkan oleh pengulangan ekspresi wajah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama. Ketika otot berkontraksi untuk membuat ekspresi wajah seperti menyipitkan mata, mengerutkan kening, atau mengerutkan alis, kulit di atasnya akan menimbulkan kerutan. Misalnya, otot Frontalis, yang memanjang secara vertikal ke atas dan ke bawah dahi dan bertanggung jawab untuk mengangkat alis. Saat otot bergerak untuk menciptakan ekspresi terkejut atau kecewa, kulit dahi menimbulkan garis horizontal dan kerutan. Hal ini dapat semakin mendalam seiring berjalannya waktu. Kerutan ekspresi biasanya diobati dengan suntikan kosmetik (misalnya Botox), pelapisan ulang kulit dengan laser, atau, jika cukup parah, operasi bedah plastik wajah.

Mencegah kerutan saat tidur sangat sulit karena kita tidak selalu bisa mengontrol posisi tidur. Anda mungkin memulai dengan niat baik untuk tidur telentang, lalu mengubah posisi 10 kali saat tidur, berakhir dengan posisi tengkurap atau menyamping. Ada bantal yang diklaim bisa mengurangi tekanan pada kulit wajah saat tidur, namun tidak selalu yang paling nyaman.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperlambat perkembangan kerutan.

Merokok dan paparan sinar matahari merupakan dua kebiasaan yang sangat mempercepat terbentuknya kerutan. Kami menyarankan untuk  semua pasien  yang khawatir tentang keriput dan tanda-tanda penuaan untuk berhenti merokok dan memakai tabir surya setiap hari. Makan dengan baik, berolahraga, cukup tidur dan mengelola stres juga penting untuk menjaga kecantikan kulit.

 

       

 

 

Anda dapat melakukan perawatan treatment Botox dan Operasi Facelift setelah melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli supaya hasil yang didapat sangat memuaskan. Klinik Kecantikan Queen Plastic Surgery memiliki berbagai macam perawatan treatment untuk Anda seperti treatment Botox dan Operasi Facelift di titik yang sangat akurat untuk mencegah kerutan akibat sleep wrinkles. Oleh karena itu Klinik Kecantikan Queen Plastic Surgery memberikan solusi untuk kerutan akibat sleep wrinkles maupun kerutan ekspresi dan tanda-tanda penuaan bagi mereka. 

Jadi tunggu apalagi Queeners, segera datang ke Klinik Kecantikan Queen Plastic Surgery dan dapatkan harga spesial serta promo menarik lainnya. Hubungi hotline dibawah ini dan pastikan Inovers menerima informasi dan solusi terbaik dari Klinik Kecantikan Queen Plastic Surgery. Bebas kerutan dan tanda penuaan dini dengan melakukan Botox dan Facelift di Klinik Kecantikan Queen Plastic Surgery.

 

Konsultasi Gratis Langsung Seputar Perawatan Wajah

Klik https://queenplasticsurgery.id

WhatsApp 0812 9356 0404

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • OPERASI PLASTIK
  • PERAWATAN KECANTIKAN
  • PROMO BULAN INI
  • 3 LOKASI KLINIK

QUEEN PLASTIC SURGERY (PUSAT)

Jl : Agung Niaga 6 & 7 Blok G 6 No 21 28. Kel. Sunter Agung Jakarta Utara. (Gedung Besar Warna Coklat)
Lokasi Belakang Sunter Mall
Telp 021-640 4769. 653 00 418
Wa Queen Pusat 081293560404

CABANG: RADIO DALAM JAKARTA SELATAN

Jl: Radio Dalam Raya No 54 C-D
Telp 021 -720 2940. 291 263 87
Wa Radio Dalam 08111222134

CABANG SOLO, JAWA TENGAH

Komplek Perum Maesonet ia No 8 Solo Baru Solo. (Sebelah Hartono Mall)
Telp 0271- 572 3589.
Wa Solo 081112518222.

Copyright @Queen Plastic Surgery 2024